Kamis, 31 Maret 2011

He Speaks it Means He still Loves you

Pagi ini sekali lagi dicelikan Tuhan sama satu kebenaran yang simpel tapi dalam. Yang simpel tapi sering banget dilewatkan sama orang Kristen, yang simpel dan tentunya menyentuh.

Hari ini hanya merasa Tuhan Yesus Baik...Thank You Lord, You teach me one more time, how to be a simple one but rich inside...:)

Daniel 9:23
Salah satu tanda Tuhan masih mencintai kamu adalah saat Ia masih berfirman atas hidupmu.
Daniel sangat dikasihi oleh Tuhan, makanya Tuhan masih berfirman atas hidupnya dan mempercayakan Firman itu untuk disampaikan.

Kadang kala pemikiran kita terlalu kompleks, terlalu rumit. Sering kali dihati kita berkutat pernyataan-pernyataan bahwa saya harus membaca Firman, mendengarkan Tuhan berbicara, melakukan yang Tuhan mau karena saya seorang pemimpin, ini merupakan kewajiban, hal ini kalau tidak dilakukan akan membuat saya jadi tidak rohani dan alasan lainnya. Sebenarnya hal-hal itu tidak salah, namun kadang kala kita perlu merenung dan berpikir lebih dalam bahwa dibalik semua itu ada satu alasan yang jauh lebih dalam, jauh lebih mulia bahkan jauh lebih berharga saat Tuhan masih berfirman dalam hidupmu itu karena kamu dikasihi Tuhan. Hanya itu, ya hanya itu.

Saya sangat amaze dengan apa yang pagi ini Tuhan katakan: Aku mengasihimu, oleh sebab itu Aku masih berfirman atas hidupmu.
Wow saya dikasihi Tuhan dan Tuhan yang luar biasa masih mau berbicara kepada manusia biasa yang penuh keterbatasan ini. How Great He is !!

Thanks Dad...=)
So Proud of You *hug and love
Cause He loves you, He still speaks to you, listen HIM T.T

God Bless you all the way :)

Live Like Daniel

Kasih Karunia pagi ini bisa beleh belajar dari tokoh kawakan yang sudah tidak asing lagi yakni Daniel. Daniel seorang muda yang dipakai Tuhan dengan luar biasa. entah mengapa setiap saya membaca cerita tokoh Alkitab yang dipakai Tuhan di usia muda mereka, saya selalu tertarik dan bersemangat. Salah satu alasannya adalah karena berada pada posisi yang sama dan saya tidak munafik juga bahwa saya juga ingin dipakai luar biasa bahkan lebih luar biasa dari mereka..:D Amen !!

Pagi ini berkesempatan membaca Daniel 5-6. Ada beberapa hal yang Tuhan ajarkan secara pribadi dalam hidup saya. Dari Daniel 5 Tuhan mengingatkan beberapa hal dalam hidup saya sebagai seorang pemimpin. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut
Dan 5:25-28 tentang tulisan didinding yang berjudul Mene mene tekel ufarsin
1. Mene adalah masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri
Perkataan ini mengingatkan saya bahwa yang berhak untuk mengangkat dan memberhentikan pemimpin dari jabatannya hanyalah Tuhan. Oleh sebab itu kalau kita masih dipercaya Tuhan untuk memimpin dan seakan-akan Tuhan perpanjang kontrakNYA bagi hidup kita, itu semua adalah kasih karunia Tuhan yang tidak boleh kita sia-siakan karena diluar sana ada banyak orang yang mau memimpin bahkan mereka punya kapasitas hidup yang lebih baik dari kita. Hari ini kalau kita manusia yang tidak sempurna saja masih dipercaya Tuhan buat memimpin, hargailah kasih karunia itu. Pastikan sampai kita menghadap Tuhan, dengan bangga kita bisa berkata: Dear Jesus, I have finished my Job along my life. Here is my fruits, enjoy it..Wooww kata-kata itu yang pantas diucapkan oleh orang yang berhasil menyelesaikan panggilan Tuhan dalam hidupnya. Amen. So guys biarkan saat Tuhan menghitung kepemimpinan kita, disetiap hitungan Dia menemukan buah-buah kehidupan yang maksimal, yg berhasil kita hasilkan.

2. Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan
Hal ini mengajarkan kepada saya secara pribadi bahwa kualitas hidup seorang kristen tidak boleh ringan. Kristen sejati bukalnlah Kristen yang bermentalkan kerupuk. Mengapa hidup kita bisa ringan ? Salah satunya adalah karena kita membiasakan diri ini untuk hidup dalam kedagingan sehingga membutakan mata rohani kita akibatnya kualitas rohani kita menjadi ringan. Kualitas rohani yang Tuhan inginkan adalah kualita srohani yang teruji. Apapun tantangan dan kesulitan yang dihadapi Tuhan ingin membawa kita pada level rohani yang tahan uji dan makin dimurnikan didalamNya.

3. Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia
Hal ini mengingatkan bahwa saat kualitas rohani kita menurun dan menjadi ringan, Tuhan tidak akan segan2 untuk memberikan kepercayaan memimpin ini kepada orang lain. Bahkan bisa jadi apa yang sudah kita bangun dalam kepemimpinan kita hancur begitu saja. Diperlukan proses dan waktu yang tidak mudah dan cukup lama untuk mempertahankan dan terus membangun apa yang Tuhan percayakan namun hanya butuh waktu sedetik untuk menghancurkan semua yang ada dan untuk emmbangunnya kembali harus dimulai dari nol dan butuh effort lebih lagi.

Apa yang Daniel lakukan untuk tetap bertahan ditengah situasi yang tidak mendukungnya, jawabannya ada di Daniel 6: 11.
Jawaban yang sangat simpel namun banyak orang Kristen sulit melakukannya dengan SETIA yaitu BERDOA. Yaa Berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan.
Dengan berdoa, Daniel bisa masuk kedalam tanah perjanjiannya. Ia dilindungi dari singa-singa yang diap menerkammnya bahkan dari seorang Daniel, ia mampu menjadi berkat dan dampak bagi bangsa-bangsa bahkan seluruh dunia (Daniel 6:26-27)
Semua tanah perjanjian yang Daniel nikmati sampai ia menjadi orang ketiga kepercayaan dinegeri tersebut bahkan memegang kekuasaan, dan menjadi pemimpin dari segala orang berilmu hanya bisa ia dapatkan saat ia berdoa dengan sungguh2 di tempat yang tersembunyi. Suatu hal yang tidak kelihatan karena hanya Daniel dan Tuhan saja pada waktu itu, namun kesetiaan Daniel untuk berdoa telah menghantarkannya kepada level rohani dan jasmani yang semakin memuncak dan banyak orang yang mengenal Tuhan melalui hidup Daniel.

Wow Teladan hidup yang patut saya contoh. Saya sadar bahwa sebagai manusia biasa saya memang perlu ditempa dalam kesetiaan berdoa dan memimpin.

May God Bless you =)

Rabu, 30 Maret 2011

Mazmur 30:8 Perkenanan Tuhan

Hari-hari ini lagi belajar dari Master Daud alias dari Kitab Mazmur. Really love this Psalm. Salah satu ayat yang malam ini saya dapatkan adalah Mazmur 30:8. Tuhan berfirman sebagai berikut:
TUHAN, oleh karena Engkau berkenan, Engkau telah menempatkan aku di atas gunung yang kokoh; ketika Engkau menyembunyikan wajahMU, aku terkejut.

Kasih karunia boleh belajar hal baru hari ini. Semakin diingatkan sama Tuhan bahwa sebagai hambaNya ada hal-hal penting bahkan sangat penting yang harus saya perhatikan dalam hidup ini. Kadang sebagai seseorang yang melayaniNya entah dalam bidang apapun, mau disekuler ataupun dirohani, kita sering terjebak dalam rutinitas dan lebih memfokuskan diri kepada performances. Kita lebih sering membangun sesuatu yang tampak diluar supaya kelihatan luar biasa namun kita lupa bahwa kita harus terlebih dahulu bangun hidup kita dari dalam.

Ada 3 hal yang saya temukan hari ini:
1. Perkenanan Tuhan sangatlah penting
Banyak orang Kristen yang melupakan bagian ini karena seperti alasan yang saya ungkapkan diatas tadi bahwa kita sering terjebak dalam rutinitas dan outside perform sehingga kita lupa siapa Sang Pemberi kasih karunia untuk melayani akibatnya banyak orang hanya mementingkan skil padahal sumber utama dari hidup seorang Hamba yg melayani Tuhan adalah Perkenanan Tuhan. Tanpa perkenananNYA kita tidak layak untuk melayaniNYA. Perkenanan Tuhan hanya dapat kita peroleh saat kita MENCARI TUHAN dengan sungguh-sungguh.
Saat menulis renungan ini, saya hanya diingatkan bahwa sumber utama dari pelayanan saya kepada Tuhan adalah mencari Tuhan dan menemukan Tuhan. Semakin anda mencari TUHAN, maka semakin anda mendapat perkenanan dari Tuhan. (Amos 5:5-6)
Betapa luar biasanya hidup kita saat kita mendapat perkenanan dari Tuhan untuk melakukan kasih karunia yg IA percayakan.
Semua yang kita lakukan akan sia-sia dan tiada berguna saat kita tidak mendapat perkenanan dari Tuhan.
So mulai hari ini kejarlah Tuhan dengan begitu engkau tengah mengejar kehidupan, saat anda mendapatkan Tuhan, anda memperoleh kehidupan dan saat anda mencari Tuhan dengan seluruh hidupmu anda memperoleh perkenanan dariNya.
Perkenanan Tuhan membuat apapun yang kita lakukan (yg menyenangkan hati Tuhan tentunya) menjadi sempurna didalamNya.

2. Promosi dari Tuhan
Saat kita mencari Tuhan bukan hanya kita memperoleh perkenananNYA saja, namun Tuhan akan mempercayakan PROMOSI dalam hidup kita. Promosi yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. "Engkau telah menempatkan aku di atas gunung yang kokoh" memiliki impresi bahwa Tuhan sendirilah yang akan menempatkanmu pada suatu keadaan yang lebih meningkat dari sebelumnya dan percayalah ketika kamu menerima promosi yg tepat dariNya, keadaan hidupmu dan hatimu sudah siap.
Ayat ini juga memiliki arti bahwa Tuhan memiliki kehendak bebas untuk menaruh kita pada jenis promosi yang terbaik buat hidupnya kita. Let Him take most control of your life. It will be a beautiful result even in the pain process (still learn and have to live it, yeah !!)
Satu hal yang mesti digaris bawahi bahwa kalau Tuhan bawa kita ke promosi yang luar biasa, Tuhan pula yang akan menguatkan dan mengokohkan kita untuk berjejak dan menghidupi panggilan Tuhan dalam promosi yg Ia percayakan, so jangan takut dan jangan sombong juga karena semuanya adalah Kasih Karunia Tuhan. Ingat !! Semakin dipromosikan lebih, semakin besar pula tantangannya so we need Him so much to strengthen us on the top of mountain :)
Orang yang terhebat belum tentu orang yang terkuat namun orang yang terkuat adalah seseorang yang mampu menempatkan dan menjaga hatinya atas semua promosi yg Tuhan percayakan.

3.Glowing always
Jangan sampai setiap promosi yang Tuhan berikan membuat kita terlena sehingga akhir hidup kita seperti Saul. Ia tetap diurapi jadi raja, tetap memimpin, namun apa yang terjadi ternyata Tuhan sudah menyembunyikan wajahNya dari Saul akibatnya urapan yang Saul terima sebagai seorang raja hanyalah "after glow" saja alias sisa-sisanya saja. Hal ini sangat ironis, jangan sampai kita memulai dengan Roh which is selalu mendapatkan yg fresh from the presence of God namun hanya karena hati kita mulai berbelok dan terlena dengan promosi yg Ia percayakan, maka kita menjadi Hamba yg After Glow. Never !! Saya tidak akan membiarkan ini terjadi dalam kehidupan saya. Secara pribadi waktu baca ayat ini, ada ketakutan yang terngiang dihati.
O God..jangan sampai Kau sembunyikan wajahMU dari aku, karena hal ini sangat mengerikan dan itu berarti aku terpisah selamanya dariMU

So AOG'ers what's your decisions now ??
Masihkah kita mau mengandalkan out side perform kita setelah mengetahui hal ini ??
Perform, skill and so on yg tampak secara lahiriah tidak akan sempurna kalau yg terutama bukan Tuhan dan perkenanaNya yang anda cari

Find Jesus, Find A True Life
Find Jesus, Find Promotions
Find Jesus, Find His Favor
Find Jesus, Always Glow

GBU all the way !!

Senin, 28 Maret 2011

Love is A Life Learning

Love...kata ini sering banget dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu untuk mengekspresikan betapa kamu mencintai keluargamu, sahabatmu atau juga pasanganmu. Namun Kasih or Love or kata yang punya power yang luar biasa ini tidak hanya menyimpan makna mendalam untuk hanya sekedar mengekspresikan kasih kita buat orang lain, namun lebih dari itu Kasih adalah pembelajaran selama kita hidup. Kasih tidak bisa dipelajari hanya sehari, dua hari, seminggu, sebulan, setahun, tidak akan cukup teman, namun kasih haruslah dipelajari setiap hari selama nafas masih berhembus.

Sebagai manusia biasa saya sangat dan teramat sangat menyadari bahwa saya harus terus belajar bagaimanana mengasihi orang lain. Sering kali dalam hidup ini saya berkata saya mengasihi kamu, saya mengasihi keluarga namun didalam hatipun saya masih bertanya, apa benar kasih saya tulus dan apa yang sudah saya lakukan buat menunjukan kasih saya pada orang-orang yang ada disekitar saya. Kasih tanpa perbuatan tentu saja merupakan hal yang timpang. Manusia tidak hanya membutuhkan kata-kata manis yang menggambarkan kasih, disatu sisi hal ini dibutuhkan namun disisi lain perbuatan kita akan jauh lebih banyak berbicara untuk mengekspresikan kasih. Inilah yg saya sadari harus banyak belajar.

Siang ini saya sangat bersyukur karena Tuhan memberi kesempatan kepada saya untuk bertemu dengan mama saya. Dan hari ini saya belajar mengekspresikan kasih kepada mama saya, wanita superhero yang luar biasa. Memang sangat simpel dan sederhana namun itulah kasih. Ia berangkat dan bisa diekspresikan melalui hal sederhana. Saya belajar melayani mama saya walaupun tidak sesempurna apa yg sudah beliau perbuat dengan saya. Saya melayani beliau dengan membelikan makanan, memijat beliau dan mendengarkan beliau bercerita.
Ya ini adalah sebahian kecil dari ekspresi kasih yang bisa saya tunjukan buat seseorang yang saya cintai.

I thank God for His Chance to show God's Love even through a simple way.
Saya hari ini cuma belajar bahwa mengasihi tidak hanya mulia untuk diekspresikan kedalam perkataan namun melalui perbuatan.
Karakter Yesus, ya karakter Yesuslah yang paling pas dan sangat cocok untuk diteladani guna menghidupi kasih sejati itu.
Yohanes 3:16 sangat jelas bahwa tidak ada kasih yang rela memberikan nyawa bagi manusia yang berdosa. Semua alasan Yesus datang ke dunia hanya terangkum dalam satu kata yaitu KASIH...

Ya..Kasih memang membutuhkan pengorbanan, karena saya mengasihi makanya saya mau belajar dan belajar itu memerlukan bayar harga..
Saya masih belum sempurna dalam hal kasih, namun itu justru itu baik karena dengan begitu saya semakin menyadari untuk disempurnakan didalam kasih saya butuh Tuhan karena Dialah karakter sejati dari kasih itu.

Show God's Love through your smile, thought, behave, song, and every parts of your life, let they speak God's Love :)

Jesus Loves you =)

Jumat, 17 Desember 2010

Refleksi Diri: Menangis Dengan Alasan Yang Tepat

Well....Pagi ini kasih karunia boleh diingatkan kembali mengenai apa yang Tuhan katakan di Matius 5:4 "Berbahagialah orang yang berdukacita karena mereka akan dihibur"
Firman Tuhan yang disampaikan melalui Ko Philip berkata bahwa kita nggak boleh meneteskan air mata untuk sembarang hal, sebagaimana teladan hidup yang Ko Philip berikan bahwa ia mengontrakkan air matanya buat jiwa-jiwa (what a great heart).
But pagi ini, saya belajar dari Nehemia. Ternyata Nehemia juga punya HATI yang BERDUKA bukan buat masalah pribadi namun bagi orang-orang terhilang, orang-orang yang udah ninggalin Tuhan, yeah...bangsa Israel.
Nehemiah 1:4 said When I heard these things, I sat down and wept. For some days I mourned and fasted and prayed before the God of heaven. Artinya ketika aku mendengar (segala perbuatan kekejian bangsa Israel), aku merendahkan diri (mengoyakan pakaian) dan menangis. Aku berkomitmen untuk berpusa dan berdoa di hadapan Tuhan. Impresi pertama ketika baca ayat ini adalah settt..langsung keinget sama sermon Ko Philp, dan berkata What A Great Heart Nehemiah has !!

Refleksinya adalah dalam hidup ini ada masa-masa yang Tuhan izinkan untuk saya dan anda mengalami kesedihan, patah hati dan kecewa dan sebagai manusia biasa kita bisa meneteskan air mata, saya rasa itu wajar karena sekali lagi kita adalah manusia biasa. Namun, tinggal bagaimana kita bisa bangkit kembali dari masa-masa keterpurukan itu.
Yah...sayapun pernah mengalami masa-masa seperti ini. Wuaahh...nggak kehitung udah berapa tetes nih air mata netes..mungkin bisa di kilo literin..hahaha...:P
Tapi God's Words ini mengingatkan dan cukup mengoyakan daging saya. Rasanya sebagai manusia saya nggak mampu dan ingin menangis saja untuk masalah pribadi saya supaya puas dan terlampiaskan. Buat daging...itu sangat-sangat melegakan...
Tapi saya melihat kalau Tuhan masih terus bekerja dengan memproses hati ini. Woww...Nehemia punya hati yang besar buat bangsa Israel kembali ke Tuhan, padahal sebagai manusia biasa Nehemiapun pastinya memiliki masalah dan kepentingan pribadi, namun Nehemia totally mengontrakan air matanya, berduka dengan sungguh-sungguh bagi bangsa Israel.
Ya...saya berharap bisa membangun hati seperti Nehemia, biarkan Tuhan memproses hatimu, milikilah kapasitas hati yang besar yang bisa menampung beban orang lain, yang tergerak bagi masalah orang lain. Tuhan berjanji bahwa orang-orang yang seperti ini akan mengalami PENGHIBURAN...dengan kata lain Tuhan yang bakalan pikirin masalah kita, Tuhan sendiri yang bakal menghibur dan memberi kekuatan buat kita menghadapi semuannya, Tuhan sendiri yang bakal memulihkan hati yang terluka.
Hati yang berkapasitas besar diawali dengan hati yang "berduka" bagi orang lain
Air mata yang berharga diawali dengan tangisan bagi beban orang lain

One More Time !!:)
JBU :)
(_pinkezt_)

Rabu, 08 Desember 2010

Day 284: The 5 Pillars Of Manhood (How Men Should Love and Respect Women)

Here is what so bless in my life...learn from Ps.JMA...Read it carefully and you will find something worth to apply in daily life..:)
ALL MEN AND WOMEN SHOULD READ IT !!

I spent the day with a group of men in our house church learning what it takes to be a man of God when it comes to loving and respecting women. In our day an age most men are not men, they are boys. Most guys still want to marry their mom, have a women serve and take care of them, are not willing to take initiative or commit in a relationship, most men are still living in fear, not pursuing their callings by settling for “safe” because its easy. This is sad, upsetting and the standard must change.

Women don’t want to marry boys, they want to marry men. Women don’t want boys they have to put up with, clean up after and take care of, they want to be lead, pursued and taken on an exciting life adventure. If you go to most of the churches in the Western world today, you will find that there are very few spiritual men, instead there are many spiritual women. It’s disappointing, but I hear it from women of faith all the time, “Pastor Jaeson, where are the godly men?”

Today, a good brother and leader in our GBS community Daniel Ra explained what God showed him to be the “5 Pillars of Manhood” in how men must love, respect and serve women. It was enlightening and reinforcing from what I have been teaching men for years when it comes to pursuing a woman of God… of course none of us are perfect, we all have our mistakes, but we must each strive to be better and greater than what we were before yesterday, everyday making an effort to be more like God, to be just like Jesus, to be a man of faith and honor.

The 5 Pillars of Manhood…

1. Lead - A man must be a leader in a relationship, in a marriage, in a family. There are no excuses. A woman doesn’t want to make the decisions for her man, she wants her man to lead in the relationship. A man must take initiative. A man of God is leader, not a follower, a servant, not a slave, a hero not a coward. A man of God knows God and therefore knows himself. He should be the leader spiritually first, emotionally, mentally and physically he should set the standard for others to follow.

2. Protect - A real man of God will protect his partner. That means he is willing to lay down his very own life, needs and wants for the protection of the one he loves. Every decision he makes when it comes to a relationship has her protection in mind. A woman needs to feel secure, that she is protected and safe with her man. She doesn’t need to second guess, wonder if she will be okay, or have her heart and mind played with. A real man of God will not only protect his woman physically, but also mentally, emotionally and spiritually. He always has the highest good in his mind for her safety, well being and wholeness. This is for the Christian guys out there, don’t emotionally rape a sister, play with her heart and tell her you are just her brother or friend. That is BS. Man up. You either pursue a woman of God because she is God’s precious creation, or you don’t try touching it at all, or play with their hearts emotionally, unless you are willing to be up front and clear with your intentions and the direction of the relationship from the start. Emotional rape is as painful to a woman as physical rape. Women are emotional beings and their hearts are not to be played with. Protect your sisters heart.

3. Provide – A real man of God will do whatever it takes to provide for his significant other. That means monetarily in finances, in basic needs and as well as what she desires. When a man asks a father for his daughter in marriage, the father will not ask, “How are you doing spiritually first?” No, the first thing the father will ask is, “How will you provide for my daughter?” Because part of being and becoming a man is providing for others, especially your wife and children. If a man can’t provide, he isn’t a man. God gave us hands and we must put our hands to work, no excuses to be lazy, God made us to rule the earth. Women are not be treated as toys, trophies or a luxury item, women are God’s highest creation, the very image of God.

I tell men all the time, “Treat your woman like a queen and you will live like a king.” Don’t be cheap brothers, you need to go all out when it comes to pursuing a woman. This is not a one time thing, but a continual practice. Women were created for beauty. They were created beautiful, to feel beautiful to be treated beautiful. You don’t handle a rose without care, it is the same with a woman of God, you treat her with the utmost care, honor and respect. Practically, that means you don’t take a woman to Denny’s on a first date, you take her to a place that hurts your wallet, but it’s worth it because she is worthy.

Also, men must also provide for women emotionally. When a women asks you, “How are you doing?” She is really asking, “How are you being?” Meaning, what are you feeling, thinking, seeing, being about at the moment. To love a women we must provide at every level – basic needs all the way to providing for them mentally, emotionally and spiritually, if not their hearts will die. Be a man, provide for your women.

4. Integrity – A true man of God is a man of his word. Too many men in our culture break promises, play with women’s hearts, date girls as if it was a game, and have no respect for women at all. This is disgusting. In old times, when a man said “You have my word!” that word was bond, it was as if an actual contract had been written, because your word was your reputation. How many men do we know today who say one thing, but do another? Men who do not keep their word, their promise or follow through with their verbal commitments. In our culture we don’t take words seriously, but in God’s world words are everything. Blessings and curses come out of the same mouth. What comes out of our mouths determines what is truly in our hearts.

What a woman wants is a man of integrity. Someone who says what he does and does what he says. Someone they can trust at their word. So as a man you must come through. Words means nothing if they are not backed up with action. Don’t say sorry unless you mean it. Don’t say sorry unless you are able to back up your apologies with doing the right thing. Integrity is doing what is right, whether people are watching or not. Integrity is what you do when no one is looking. Does your woman trust you completely? If not, it is a question of integrity. Don’t tell a women you love her unless your love shows, words carry weight. They either carry false weight or real weight, a woman knows when a man means what he says.

So live by your words, live by action, be a living proof of your values, convictions and commitments. Don’t get involved in a relationship unless you are sure this what you want and what God is leading you both to do. I’ve had my share of mistakes in the past, where I got into a relationship without thinking about the consequences, protecting my sisters heart and the fear of the Lord from the get go, I’ve had to make amends and face the results of my sin and foolishness. Trust me brothers, don’t do what I’ve done in the past, don’t play games, don’t feed your fleshly desires, rather seek God, seek the best interest of the one you are pursuing, be honest, forthright from the start about your commitment and your vision for the relationship and stick to your word. Be a man of integrity.

If you pursue a women, it should be with the intentions of marriage. If not, stop playing yourself and her. It’s not about finding the right woman, it’s about being the right man. That starts with first knowing God in order to know yourself, then you will know how to love and respect a woman.

5) Courage - You are not a man until you climb the great wall of China! This is what it says at the actual great wall. Well, I have climbed the Great Wall of China so I guess I must be more of a man than others, just kidding. What is the greater underlying message here? It is a message of courage. It is a message of adventure. A man of God is a man of courage, a man of adventure, a man who is willing to take risks and do the impossible. Men were born to live a life of great adventure. Men were created to fight battles. Men were created to rescue beauties. Men were created to live.

Sadly, most men are not living. Most men are cowards, fearful and afraid of failure. Imprisoned by their own thinking and what others think about them. Many men are just boys waiting for their mother’s approval, or the approval of others in society. Most men I know are people pleasers, not God pleasers. They are more afraid of how others may reject them or not accept them if they choose to take the road less traveled.

All men die, few men truly live.

Women don’t want nice guys or good boys, women want men on a mission, men on adventure, men who are dangerous. This is why many women are drawn to bad boys because bad boys live with a sense of risk, danger, mystery and unknown. Men were created to live fearless and to live by faith. But if you walk into a church today what you find are a bunch of boys playing with their toys, working at predictable jobs — not their true callings, and living boring lives. It’s sad, but most guys get their sense of adventure from playing video games or watching TV, what happened to our men?

A man of faith will sweep a woman of God off of her feet. He will challenge her to go the distance in God, in their relationship and in life. A man of courage is someone who in the face of fear still chooses to move forward with trust in God, setting out to obey God’s voice at whatever the cost, because that is what matters the most. We need men who have hearts fully alive, hearts full of passion and are on a mission to change the world. There is a high cost to being a man of courage, there is a price to pay if we want to be a real hero, it means we are willing to go against the grain, follow God against all odds and live a life of honor, courage and righteousness.

When a woman finds a man of courage, it will encourage her to be all that God has created her to be. As a man, your goal is not how your woman can serve you, but how can you serve your woman? As a man, your goal is not how a woman can serve your destiny, but how can you do all that you possibly can to release the fullness of God’s glory and destiny in her.

Men take the lead, protect at all costs, provide in every way, live by your word and live a life of adventure with the Holy Spirit — obey God, not man and you will be the man of God you were created to be — and your woman will love you for it.
For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in Him shall not perish but have eternal life.(By: Ps.Jaeson Ma, http://jaesonma.com/365-days-of-love-day-284-the-5-pillars-of-manhood-how-men-should-love-respect-women/)

J_B_U ^^,v

S.E.M.A.N.G.A.T (^_^)//

“Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa yang akan memulihkan semangat yang patah?” Amsal 18:14

Beragam persoalan bisa menimpa siapa saja. Entah orang kaya atau miskin, tua atau muda, setiap orang selama hidup di dunia ini selalu berhadapan dengan berbagai persoalan. Setiap orang, terlepas dari status sosial, pendidikan, profesinya, dan bahkan sebagai hamba Tuhanpun tidak terluput dari yang namanya pergumulan atau persoalan. Manusia harus berhadapan dengan masalah selama hidup di dunia ini. Setiap orang tentunya memiliki persoalan yang berbeda-beda.

Kita tidak boleh menyerah, walau badai apapun yang sedang menerpa. Sebab pencobaan yang kita alami tidak pernah melebihi kekuatan kita, seperti yang disebutkan dalam Firman Tuhan.

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya” 1 Kor 10:13

Allah itu baik. Dia sahabat kita, dalam segala susah Dia selalu datang menghibur. Biasanya ada beberapa hambatan-hambatan dalam meraih sebuah keberhasilan adalah antara lain, sikap yang putus asa, patah semangat, menyerah, keinginan untuk mundur, dan lain sebagainya. Kalau sikap seperti ini dibiarkan akan membuat seseorang itu menjadi frustrasi, dan tetap tinggal dalam masalahnya. Dalam menghadapi setiap masalah, kita membutuhkan sebuah semangat untuk berjuang dan bangkit, dengan pertolongan Tuhan agar kita sampai pada tujuan yang diinginkan.

Dalam cerita di Alkitab kita dapat melihat sebuah kondisi yang mengisahkan seseorang yang tidak lagi bersemangat dalam hidupnya, yaitu kisah nabi Elia. Keberhasilan Elia membunuh 450 orang nabi baal seorang diri membuat Izebel marah dan bermaksud membunuhnya. Mendengar berita itu, larilah Elia untuk menyelamatkan diri, ia dalam ketakutan, putus asa dan patah semangat. Ia lari ke gunung Horeb untuk bersembunyi.


Ada beberapa kondisi yang dialami nabi Elia ini, yaitu:

Menjadi Orang Bersemangat dan Optimis Menghadapi Masalaha). Ia kelelahan, lelah jasmani setelah perjalanan panjang, empat puluh hari, empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yaitu gunung horeb.

“Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya Tuhan, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik daripada nenek moyangku” 1 Raj 19:4b.

b). Ia merasa telah gagal membuat bangsa Israel untuk bertobat,

c). Ia merasa kesepian, hanya seorang diri saja dalam pergumulan untuk kebenaran Allah.

“Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatNya bagi Tuhan, Allah semesta alam,karena orang Israel meninggalkan perjanjianMu, meruntuhkan mezbah-mezbahMu dan membunuh nabi-nabiMu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku” 1 Raj19:10

Allah tidak tinggal diam, Ia tetap memperhatikan Elia yang sedang patah semangat itu. Ia membiarkan Elia istirahat dan tertidur, kemudian Allah mengirim malaikatNya untuk memberi makan Elia. Allah juga datang untuk memberikan semangat kepadanya dan memperkuat imannya di gunung Horeb itu. Allah sesungguhnya tidak akan meninggalkan nabi ataupun umat-Nya yang setia.

“Firman Tuhan kepadanya:”, pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Elisa bin Safat, dari Abel Mehola, menjadi nabi menggantikan Engkau” 1 Raj 19:15-16

Ketika anak-anak Tuhan putus asa dimanapun mereka berada, melalui Yesus Kristus mereka dapat memohon kepada Allah, untuk menerima kekuatan dan semangat agar mampu menghadapi situasi.

Orang yang bersemangat adalah orang yang tidak mau menyerah, dan tidak mau terpengaruh oleh keadaan, sekalipun hal itu kurang baik. Tindakan/perbuatannya tidak ditentukan atau dipengaruhi oleh keadaan. Mengapa demikian ? Karena, ia memiliki target dan tujuan yang ingin dicapainya. Orang yang bersemangat akan tetap optimis, mereka percaya karena bersama dengan Allah akan mampu untuk menghadapi setiap kesukaran.

“Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” Fil 4:13

Orang yang bersemangat memiliki iman, tetap percaya pada Firman Allah yang berkuasa. Jadilah orang yang bersemangat dalam hidup ini, apapun kondisi yang sedang terjadi, tetap miliki semangat. Semangat sangat diperlukan untuk memperoleh apa yang ingin kita capai. Karena dengan bersemangat kita akan tetap mengarahkan pandangan kita kepada tujuan, dan ada usaha untuk mencapainya.

.
Untuk menjadi orang yang bersemangat yang selalu optimis, kita memerlukan:
1. Keberanian bertindak untuk mengambil resiko

Menjadi Orang Bersemangat dan Optimis Menghadapi MasalahOrang yang bersemangat memiliki keberanian untuk bertindak. Siap hidup dan siap mati, mereka tidak takut dan gemetar karena mempunyai ketetapan hati yang mantap. Ingat, bagaimana kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego ? Ada sebuah perintah yang telah dibuat bahwa ketika mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi atau alat musik lainnya maka haruslah setiap orang sujud menyembah patung yang telah didirikan oleh raja Nebukadnezar. Mereka tidak mau menyembah patung yang telah didirikan oleh raja Nebukadnezar tersebut.

Dalam Kitab Daniel 3:6 “Siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala.”

Didapatilah bahwa mereka tidak mengindahkan titah itu, mereka tidak mau memuja dan menyembah patung tersebut. Adalah sebuah ancaman bagi mereka, dengan resiko mereka harus dimasukkan kedalam perapian. Mereka tidak khawatir, cemas dan takut, malah dengan berani untuk menerima hukuman itu. Mereka tetap mempertahankan iman yang mereka percayai.

Beginilah yang mereka ucapkan kepada raja itu, Daniel 3:17-18 ”Jika Allah yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu ya raja. Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memujja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Mereka berani berkata tidak dan merekapun berani bertindak menerima hukuman yang sudah ditetapkan itu. Dengan amarah raja itu memerintahkan supaya perapian dibuat tujuh kali lebih panas dari biasanya, dan ketika mereka dicampakkan kedalam api, mereka tidak terbakar, rambut di kepala mereka tidak hangus, bahkan bau kebakaranpun tidak ada.

“Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang menyala-nyala itu ; berkatala ia: “Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah kemari!” Dan 3:26

Merekapun keluar dengan selamat dari perapian , Tuhan menyertai mereka. Dengan berani mereka mengatakan sekalipun Allah tidak menolong, mereka siap untuk mati bagi Tuhan. Tetapi Tuhan tidak tinggal diam, mereka diluputkan dari panas api itu, mereka tidak terbakar, tidak ada bau hangus, mereka tetap utuh seperti sediakala.

“Apabila engkau berjalan melalui api engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.” Yes 43:2b

Kalau kita berani bertindak lakukan sesuatu kebenaran, Tuhan pasti menolong, Tuhan juga pasti membela FirmanNya. Jadi, jangan takut, hadapilah setiap persoalan, jangan lari, Tuhan memberi kekuatan agar kita dapat meraih keberhasilan.

2. Sikap tidak mau menyerah

Tidak Mau MenyerahDalam Alkitab ada sebuah cerita tentang seorang perempuan yang sudah 12 tahun menderita pendarahan. Perempuan ini sudah diobati oleh berbagai-bagai tabib, namun keadaannya makin memburuk. Perempuan ini tidak putus asa, ia tetap memiliki semangat untuk sembuh. Tatkala ia mendengar berita tentang Yesus Sang Penyembuh itu, iapun berusaha untuk mencari Yesus, sebab ia yakin Yesuslah yang dapat menolong untuk menyembuhkannya.

Perempuan ini adalah orang yang bersemangat. Ketika Yesus dalam perjalanan menuju rumah kepala ibadat, ditengah kerumunan banyak orang, perempuan ini berusaha untuk menghampiri Yesus agar menerima kesembuhan dariNya. Perempuan ini tidak mau menyerah, dia tetap memiliki semangat, dia terus berjalan untuk menghampiri Yesus sekalipun ia sedang dalam penderitaan, mungkin ia berjalan tidak seperti orang normal karena penyakitnya itu, jalannya lambat tapi ia terus berusaha untuk maju mendekati Yesus dari arah belakang.

Perempuan ini mempunyai suatu tujuan untuk sembuh, ia memiliki iman, “Karena katanya dalam hatinya:”Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Mat 9:21). Setelah hal itu dilakukannya iapun menjadi sembuh. Jerih payahnya tidak sia-sia. Ia berhasil, ia sembuh. Setiap orang yang mau mendekatkan diri kepada Yesus tidak akan menyerah, tetap berjuang sampai memperoleh apa yang ingin dicapai.

“Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu” 2 Taw 15:7

“Dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sunggguh-sungguh mencari Dia” Ibr 11:6b

Kalau semangatmu sedang lemah, bangkitlah mencari Tuhan, dengan berdoa, membaca Firman Allah, mengikuti ibadah dan memuji menyembah Dia. Pasti ada kekuatan baru dan upah yang akan diberikanNya, itu janjiNya.

3. Iman yang teguh

Menjadi Orang Bersemangat dan Optimis Menghadapi MasalahRasul Paulus setelah pertobatannya, memberikan hidupnya untuk melayani Tuhan, ia memenuhi panggilan Tuhan sebagi salah satu rasul yang ikut menderita bagi Kristus.

“Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” 2 Kor 4:8

“Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian.” 2 Kor 11:27

Dalam mengiring Yesus, Paulus banyak sekali mengalami penderitaan dan aniaya. Paulus juga mengalami kesedihan, ia ditinggalkan oleh teman-temannya.

“Pada waktu pembelaanku yang pertama, tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku, Tetapi Tuhan mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan, Dan Tuhan akan melepaskan aku, dari setiap usaha yang jahat, Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam kerajaanNya di Sorga. Bagilah kemuliaan selama-lamanya”. 2Tim 4:16-18

Di Roma pada saat itu sedang terjadi penganiayaan yang hebat, dan tidak ada seorangpun yang berani mengakui mengenal rasul Paulus. Paulus merasa kesepian dan kecewa, namun ia tetap merasakan kehadiran Tuhan, yang memberikan kekuatan padanya. Paulus mengakui bahwa ia mempunyai keyakinan yang kokoh, sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Paulus sanggup menghadapi dan mengatasi segala rintangan sebab ada Tuhan yang selalu memberi pertolongan dan kekuatan baginya. Karena iman yang teguh Rasul Paulus tetap berjuang, dan bahkan setia sampai mati bagi Tuhan.

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang Adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” 2 Tim 4:7-8

Apapun keadaan yang kini tengah kita hadapi, kita tidak boleh hilang pengharapan, putus asa atau melepaskan iman saat menghadapi berbagai masalah. Hadapilah semua bersama Tuhan, kita akan dapat mengalami pengalaman-pengalaman yang baru bersama Tuhan. Setiap Firman Tuhan yang kita butuhkan terjadi atas kita, harus tetap kita percaya, sebab ada firman Tuhan tertulis:

“Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah” Maz 89:35

Semua yang Tuhan janjikan itu melalui Firman-Nya, tidak akan ditarik kembali, dan Tuhan tidak mengingkari Janji-Nya itu. Arahkan pandangan, pikiran dan hati kepada FirmanNya, sebab itulah kebenaran yang akan memulihkan kita. Allah itu sangat baik.

“Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya” Maz 34:19.

Kita harus percaya pada Firman-Nya. Supaya iman tetap teguh, baca, renungkan dan perkatakanlah Firman Tuhan itu kepada diri kita sendiri maupun kepada orang lain.

Semangat merupakan jalan untuk memperoleh apa yang kita butuhkan. Tetaplah bersemangat, miliki keberanian untuk melakukan Firman Allah, jangan pernah menyerah dan tetap teguh pegang janji Tuhan sampai menjadi sebuah kenyataan. Tuhan memulihkan setiap semangat yang patah. Orang yang bersemangat akan selalu optimis dalam menghadapi setiap persoalan, untuk meraih keberhasilan. Selamat berjuang dan tetap semangat, Tuhan Yesus memberkati kita semuanya. (Sumber:http://www.pelitahidup.com/2009/10/23/menjadi-orang-bersemangat-dan-optimis-menghadapi-masalah/)